Upaya membangun lingkungan pendidikan yang harmonis, inklusif, dan mampu menghargai keberagaman terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) kolaborasi dosen dan mahasiswa dengan mengangkat tema “Penguatan Karakter Toleransi Warga Sekolah Melalui Implementasi Manajemen Pendidikan Multikultural.”
Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Azzahra, Takengon, pada 5 Juli 2025 tersebut menghadirkan Dr. Muhammad Rifai, M.Pd. sebagai dosen sekaligus narasumber. Sementara itu, Ida Nusraini, mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam (S3 MPI), berperan sebagai fasilitator kegiatan. Ida Nusraini juga merupakan Kepala Sekolah TK IT Azzahra Takengon, sehingga keterlibatannya memberikan kontribusi penting dalam menghubungkan perspektif akademik dengan praktik pengelolaan pendidikan di lingkungan sekolah.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Rifai, M.Pd. menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman. Toleransi tidak cukup hanya disampaikan sebagai konsep, tetapi perlu diwujudkan melalui budaya sekolah, keteladanan, kebijakan, serta pola interaksi seluruh warga sekolah.
Menurutnya, manajemen pendidikan multikultural dapat menjadi salah satu pendekatan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang menghargai perbedaan. Pengelolaan sekolah perlu memberikan ruang bagi setiap warga sekolah untuk memperoleh perlakuan yang adil, menghargai perbedaan latar belakang, serta membangun komunikasi yang terbuka dan saling menghormati.
Lebih lanjut, penguatan karakter toleransi dapat dimulai dari berbagai aspek kehidupan sekolah, mulai dari proses pembelajaran, interaksi antara guru dan peserta didik, hubungan antarsesama peserta didik, hingga hubungan sekolah dengan orang tua dan masyarakat. Dengan demikian, nilai toleransi tidak hanya menjadi materi pembelajaran, tetapi berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan warga sekolah.
Kegiatan PKM ini juga menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk bersinergi dalam mengimplementasikan ilmu manajemen pendidikan di tengah masyarakat. Dr. Muhammad Rifai, M.Pd. sebagai narasumber memberikan penguatan dari perspektif akademik dan keilmuan, sedangkan Ida Nusraini berperan sebagai fasilitator yang membantu mengarahkan jalannya kegiatan serta membangun komunikasi antara narasumber dan peserta.
Kehadiran Ida Nusraini sebagai Kepala Sekolah TK IT Azzahra Takengon juga menjadi nilai tambah dalam kegiatan tersebut. Pengalaman langsung dalam mengelola satuan pendidikan memungkinkan proses diskusi dikembangkan berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi sekolah. Dengan demikian, pembahasan mengenai pendidikan multikultural dan karakter toleransi tidak berhenti pada tataran teoritis, tetapi dapat dikaitkan dengan kebutuhan dan tantangan pengelolaan pendidikan di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga didorong untuk melihat sekolah sebagai ruang bersama yang harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan dihargai bagi seluruh warga sekolah. Pendidik memiliki peran penting sebagai teladan dalam membangun sikap saling menghormati, sementara manajemen sekolah perlu menciptakan kebijakan dan budaya kelembagaan yang mendukung nilai-nilai toleransi.
Kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa PKM dapat menjadi sarana untuk mempertemukan keilmuan, pengalaman praktis, dan kebutuhan masyarakat. Dosen tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi turut memberikan kontribusi dalam menyelesaikan persoalan pendidikan di masyarakat. Di sisi lain, mahasiswa memperoleh pengalaman untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan fasilitasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai toleransi semakin kuat dalam kehidupan warga sekolah dan dapat menjadi bagian dari budaya pendidikan yang berkelanjutan. Sekolah diharapkan mampu menjadi lingkungan yang menanamkan sikap saling menghargai, menerima perbedaan, bekerja sama, serta membangun kehidupan pendidikan yang harmonis.
Kegiatan PKM di Auditorium Azzahra Takengon tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata sinergi dosen dan mahasiswa dalam memberikan kontribusi bagi penguatan kualitas manajemen pendidikan, khususnya dalam membangun lingkungan sekolah yang inklusif, harmonis, dan berkarakter.
