Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa terus menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang menghadirkan Dr. Yahfizham sebagai narasumber dengan materi “Manajemen Perguruan Tinggi”. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi, ketua dan sekretaris program studi, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan STAIRA Batang Kuis pada sabtu 5 Juli 2025 di STAIRA Batang Kuis.
Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Manajemen Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Tata Kelola Pendidikan Tinggi yang Efektif, Profesional, dan Berdaya Saing.” Tema tersebut relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi dalam menghadapi berbagai tuntutan perubahan, baik dalam aspek tata kelola kelembagaan, peningkatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, maupun pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pendidikan tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Yahfizham menyampaikan materi mengenai pentingnya manajemen perguruan tinggi sebagai fondasi dalam menciptakan lembaga pendidikan yang mampu menjalankan fungsi akademik dan kelembagaan secara efektif. Menurutnya, pengelolaan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, serta pengembangan kelembagaan secara berkelanjutan.
Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya tata kelola perguruan tinggi yang baik dalam mendukung pencapaian visi dan misi institusi. Tata kelola yang terencana dan terukur dinilai dapat membantu perguruan tinggi meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat budaya akademik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi.
“Manajemen perguruan tinggi harus dibangun melalui perencanaan yang jelas, pelaksanaan yang terarah, evaluasi yang berkelanjutan, dan komitmen seluruh unsur perguruan tinggi untuk mencapai tujuan bersama,” menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan yang disampaikan Dr. Yahfizham.
Menariknya, kegiatan ini juga memperlihatkan bentuk nyata kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Mira Andriani, mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam (S3 MPI), turut berperan sebagai fasilitator kegiatan.
Mira sendiri merupakan mahasiswa S3 MPI yang saat ini juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STAIRA Batang Kuis. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung kelancaran kegiatan, khususnya dalam memfasilitasi peserta selama proses penyampaian materi dan diskusi.Peran Mira sebagai fasilitator sekaligus praktisi pengelola program studi memberikan warna tersendiri dalam kegiatan pengabdian ini. Ia turut membantu membangun komunikasi antara narasumber dan peserta sehingga materi yang disampaikan dapat didiskusikan secara lebih interaktif dan kontekstual. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya menjadi ruang bagi dosen untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, fasilitasi, dan penerapan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktoral. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai manajemen perguruan tinggi serta mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip tata kelola yang efektif dalam lingkungan institusi masing-masing.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara dosen dan mahasiswa S3 MPI dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan manajemen pendidikan. Dosen berperan sebagai narasumber yang menghadirkan perspektif akademik dan keilmuan, sementara mahasiswa turut mengambil peran sebagai fasilitator yang mendukung keberhasilan proses pengabdian di lapangan.
Dengan kolaborasi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam mendorong lahirnya tata kelola perguruan tinggi yang semakin efektif, profesional, adaptif, dan berdaya saing.
