Medan — Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional dilaksanakan di Kamus Gombak, Malaysia, pada 28 November 2024. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi akademisi dan perguruan tinggi dalam memberikan penguatan kapasitas kepada masyarakat pendidikan, khususnya guru dan mahasiswa.
Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Ira Wirtati, yang menyampaikan materi bertajuk “Manajemen Waktu”. Materi ini mengangkat pentingnya kemampuan mengelola waktu secara efektif sebagai salah satu keterampilan utama dalam menunjang keberhasilan akademik, profesional, maupun kehidupan sehari-hari.
Dalam paparannya, Ira Wirtati menjelaskan bahwa manajemen waktu bukan sekadar membuat jadwal kegiatan, tetapi merupakan kemampuan untuk menentukan prioritas, menetapkan target, mengatur alokasi waktu, serta menjaga konsistensi dalam melaksanakan pekerjaan. Menurutnya, banyak aktivitas yang tidak terselesaikan bukan semata-mata karena keterbatasan waktu, melainkan karena seseorang belum mampu menentukan mana pekerjaan yang harus didahulukan.
“Manajemen waktu dimulai dari kemampuan mengenali tujuan dan menentukan skala prioritas. Setiap orang memiliki waktu yang sama, yaitu 24 jam dalam sehari. Yang membedakan adalah bagaimana waktu tersebut dikelola untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” papar Ira.
Ia juga memperkenalkan beberapa langkah praktis dalam mengelola waktu, antara lain menyusun daftar kegiatan, menentukan tingkat urgensi dan kepentingan pekerjaan, menetapkan target yang realistis, menghindari kebiasaan menunda pekerjaan (procrastination), serta melakukan evaluasi terhadap penggunaan waktu. Peserta juga diajak untuk memahami bahwa waktu perlu dikelola secara fleksibel agar tetap dapat menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan dan kondisi.
Menurut Ira, guru memiliki tantangan tersendiri dalam manajemen waktu karena harus membagi perhatian antara kegiatan pembelajaran, administrasi, pengembangan kompetensi, serta kehidupan pribadi. Sementara bagi mahasiswa, keterampilan mengelola waktu sangat diperlukan untuk menyeimbangkan perkuliahan, tugas, kegiatan organisasi, pengembangan diri, dan aktivitas sosial.
Dekan FITK, Prof. Dr. Tien Rafida, M.Hum., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata kontribusi sivitas akademika dalam membawa pengetahuan dan pengalaman akademik ke tengah masyarakat, sekaligus membuka ruang kolaborasi pendidikan lintas negara.
“Pengabdian masyarakat internasional menjadi kesempatan bagi kita untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar dari masyarakat dan institusi pendidikan di negara lain. Kehadiran dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Tien Rafida.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi, Prof. Dr. Abdurrahman, M.Pd., menilai bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi dosen maupun mahasiswa. Ia menekankan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga membangun komunikasi, kerja sama, dan pertukaran pengalaman dengan masyarakat sasaran.
“Interaksi langsung dengan guru dan mahasiswa di Kamus Gombak memberikan pengalaman yang sangat berarti. Materi yang disampaikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas pembelajaran dan pengelolaan kegiatan sehari-hari,” ungkap Prof. Dr. Abdurrahman.
Para guru dari Kamus Gombak juga memberikan respons positif terhadap materi yang disampaikan. Mereka menilai topik manajemen waktu sangat relevan dengan kebutuhan guru yang harus menjalankan berbagai tugas secara bersamaan. Materi yang diberikan dinilai praktis karena tidak hanya membahas konsep, tetapi juga memberikan strategi yang dapat diterapkan dalam mengatur pekerjaan dan menentukan prioritas.
Salah seorang guru menyampaikan bahwa materi manajemen waktu memberikan perspektif baru mengenai pentingnya menyusun prioritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, guru sering kali harus menyelesaikan pekerjaan pembelajaran dan administrasi dalam waktu yang bersamaan sehingga diperlukan perencanaan yang lebih baik agar pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif.
Dari kalangan mahasiswa, Faujiah Ramud turut menyampaikan tanggapannya. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru, terutama mengenai pentingnya disiplin dalam menggunakan waktu.
“Materi manajemen waktu mengingatkan kami bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh bagaimana kita menggunakan waktu. Sebagai mahasiswa, kami perlu belajar menentukan prioritas dan mengatur kegiatan agar tugas akademik maupun kegiatan lainnya dapat berjalan seimbang,” tutur Faujiah Ramud.
Kegiatan PkM Internasional di Kamus Gombak tersebut berlangsung dalam suasana interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan dalam mengelola waktu. Interaksi tersebut memperkaya pemahaman peserta sekaligus menciptakan ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi, guru, dan mahasiswa.
Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peserta, khususnya dalam membangun kebiasaan mengelola waktu secara lebih terencana, produktif, dan bertanggung jawab. Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat pendidikan di Kamus Gombak, kegiatan tersebut juga memperkuat komitmen institusi dalam mengembangkan jejaring kerja sama dan pengabdian masyarakat pada tingkat internasional.
Melalui kegiatan ini, pengabdian masyarakat tidak hanya dipandang sebagai bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga sebagai sarana membangun hubungan akademik dan kemitraan yang lebih luas. Materi “Manajemen Waktu” menjadi salah satu bekal praktis yang diharapkan dapat diterapkan oleh guru dan mahasiswa dalam meningkatkan efektivitas aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
