Pengabdian Internasional di TK Islam Singapura

Medan – Prodi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan tridharma perguruan tinggi di tingkat global melalui pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional yang diselenggarakan pada Jumat, 7 Agustus 2026 di Islamic Centre Jamiyah Singapore, beralamat di 31 Lorong 12 Geylang, Singapore 399006. Kegiatan ini melibatkan para pendidik TK Islam Singapura dengan mengangkat tema “Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini dalam Mewujudkan Lembaga Pendidikan Islam yang Berkualitas dan Berdaya Saing Global.”

Kegiatan pengabdian internasional tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pengelolaan lembaga pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai Islam. Melalui forum ini, peserta memperoleh wawasan mengenai penguatan kepemimpinan pendidikan, peningkatan mutu layanan pembelajaran, tata kelola kelembagaan, pengembangan profesionalisme guru, serta strategi membangun budaya sekolah yang mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dekan FITK UINSU Medan, Prof. Dr. Tien Rafida, M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan bahwa internasionalisasi tridharma perguruan tinggi merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas kontribusi akademisi Indonesia di tingkat regional maupun global.

Menurut beliau, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga merupakan media transfer ilmu pengetahuan yang mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai kebutuhan lembaga pendidikan.

“Kami meyakini bahwa pengabdian internasional seperti ini merupakan jembatan kolaborasi untuk saling belajar dan saling menguatkan. FITK UINSU Medan terus berkomitmen menghadirkan kontribusi akademik yang berdampak melalui pengembangan pendidikan Islam, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini. Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut dalam bentuk penelitian bersama, pelatihan guru, pertukaran pengalaman, hingga pengembangan inovasi pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan global.”

Beliau juga menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kepribadian generasi masa depan sehingga pengelolaannya memerlukan sistem manajemen yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Materi utama pada kegiatan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Abdurrahman, M.Pd, Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam FITK UINSU Medan. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa keberhasilan lembaga pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh kualitas proses pembelajaran, tetapi juga dipengaruhi oleh efektivitas sistem manajemen yang diterapkan oleh lembaga.

Beliau menguraikan bahwa manajemen pendidikan anak usia dini mencakup empat fungsi utama, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) yang harus dijalankan secara terpadu. Menurutnya, setiap lembaga PAUD perlu memiliki visi yang jelas, kepemimpinan yang inspiratif, pengelolaan sumber daya manusia yang profesional, kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan anak, serta sistem evaluasi yang berkesinambungan.

Prof. Dr. Abdurrahman juga menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang positif melalui kolaborasi antara kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Di era transformasi digital, lembaga PAUD dituntut mampu memanfaatkan teknologi sebagai media administrasi maupun pembelajaran tanpa mengurangi pendekatan humanis yang menjadi ciri khas pendidikan anak usia dini. Menurut beliau, pendidikan Islam pada jenjang usia dini harus mampu mengintegrasikan penguatan karakter, pembiasaan ibadah, pengembangan literasi, kreativitas, komunikasi, serta keterampilan sosial sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa peningkatan mutu lembaga PAUD memerlukan budaya evaluasi yang berkelanjutan melalui supervisi akademik, pengembangan kompetensi guru, inovasi pembelajaran, serta kemitraan dengan berbagai pihak. Dengan demikian, lembaga pendidikan tidak hanya mampu memenuhi standar nasional pendidikan, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat internasional.

Pihak TK Islam Singapura menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengabdian internasional tersebut. Menurut perwakilan manajemen sekolah, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan lembaga pendidikan anak usia dini di tengah dinamika perubahan dunia pendidikan.

“Kami merasa sangat terbantu dengan berbagai wawasan yang diberikan oleh tim FITK UINSU Medan. Materi mengenai manajemen pendidikan anak usia dini membuka perspektif baru tentang bagaimana membangun tata kelola sekolah yang lebih efektif, meningkatkan kualitas guru, serta memperkuat kolaborasi dengan orang tua. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut melalui program pelatihan, pendampingan, maupun kerja sama akademik lainnya.”

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui diskusi interaktif mengenai pengelolaan kelas, supervisi pembelajaran, pengembangan karakter Islami, inovasi kurikulum, serta strategi meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini sesuai perkembangan zaman. Forum ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik antara akademisi FITK UINSU Medan dengan para pendidik di Singapura mengenai berbagai pendekatan yang efektif dalam membangun lembaga pendidikan Islam yang unggul. Melalui kegiatan pengabdian internasional ini, FITK UINSU Medan kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif memperluas jejaring akademik internasional serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan Islam. Sinergi yang terbangun antara FITK UINSU Medan dan TK Islam Singapura diharapkan menjadi langkah awal menuju kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan inovasi manajemen pendidikan anak usia dini yang berorientasi pada mutu dan keberlanjutan.