Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh sivitas akademika Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FITK UIN Sumatera Utara Medan. Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di Takengon dan sekitarnya. Kegiatan tersebut telah berlangsung sejak bencana banjir yang terjadi pada 27 November 2025. Tidak hanya berfokus pada pendistribusian bantuan, kegiatan ini juga diarahkan pada pendampingan masyarakat, penguatan spiritual, serta memastikan anak-anak terdampak tetap mendapatkan layanan pendidikan di tengah kondisi pascabencana.


Salah satu mahasiswa Program Doktor MPI, Irwansyah, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Bersama tim dan para relawan, ia terlibat langsung dalam memfasilitasi distribusi bantuan kepada masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan. Berdasarkan hasil konfirmasi melalui telepon seluler, Irwansyah mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan kemanusiaan tersebut dilandasi oleh kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
“Saya melakukan kegiatan ini mutlak karena panggilan hati. Sebagai mahasiswa program doktor dan akademisi, kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian dan pengamalan ilmu pengetahuan yang saya dapatkan di kampus. Saya dan tim memfasilitasi kelompok yang membawa bantuan untuk didistribusikan ke tempat-tempat yang sulit dijangkau dengan kendaraan,” ungkap Irwansyah.
Menurutnya, bantuan kepada korban bencana tidak hanya diperlukan dalam bentuk kebutuhan material. Pendampingan secara spiritual juga menjadi bagian yang penting dalam membantu masyarakat melewati masa sulit setelah bencana.
“Saya juga memberikan penguatan spiritual keagamaan kepada korban banjir. Ini dilakukan sebagai ikhtiar agar apa yang telah terjadi dapat dijadikan pelajaran dan sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Khalik,” tambahnya.


Di tengah kondisi bencana, perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak juga menjadi bagian dari kegiatan pengabdian tersebut. Irwansyah turut memastikan para siswa tetap memperoleh layanan pendidikan meskipun aktivitas masyarakat masih berada dalam situasi darurat.Untuk mendukung kebutuhan tersebut, dibentuk Posko Mushafir yang diinisiasi melalui dana pribadi dan dukungan para relawan. Posko ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat koordinasi dan pelayanan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk tetap memperoleh pendampingan pendidikan. Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan. Kondisi bencana tidak seharusnya membuat anak-anak kehilangan kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pendampingan.
Kolaborasi dalam kegiatan ini tidak hanya melibatkan mahasiswa sebagai pelaksana di lapangan, tetapi juga dosen sebagai pendamping dalam pengelolaan kegiatan. Prof. Dr. Amiruddin Siahaan, M.Pd selaku dosen Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sumatera Utara Medan, memberikan pendampingan kepada mahasiswa dalam mengelola kegiatan pengabdian tersebut. Pendampingan Amiruddin diarahkan pada aspek pengelolaan kegiatan, mulai dari memberikan masukan dalam perencanaan kegiatan, pengorganisasian tim, koordinasi dengan relawan, pengelolaan distribusi bantuan, hingga memastikan kegiatan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Peran tersebut sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam menerapkan kemampuan manajerial yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktoral. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep manajemen di ruang akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman bagaimana mengelola sumber daya, membangun koordinasi, mengambil keputusan, serta bekerja bersama masyarakat dalam kondisi nyata.
Dengan pola kolaborasi tersebut, dosen berperan sebagai pendamping dan penguat tata kelola kegiatan, sementara mahasiswa mendapatkan ruang untuk terlibat secara aktif dalam pelaksanaan pengabdian di lapangan.


Menyikapi kegiatan tersebut, Dekan FITK UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Tien Rafida, M.Hum., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan mahasiswa.
“Inisiatif yang dilakukan Pak Irwansyah menjadi bagian yang turut kita apresiasi. Mahasiswa kita ternyata tidak hanya terfokus untuk belajar saja, tetapi juga turut memperhatikan fenomena kehidupan masyarakat yang ditimpa musibah banjir,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial menjadi bagian penting dari proses pendidikan karena membentuk kepekaan terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Abdurrahman, M.Pd., memberikan apresiasi atas respons dan kepedulian yang dilakukan Irwansyah bersama tim.
“Kami sangat berterima kasih kepada kandidat doktor Irwansyah yang telah tanggap dan bekerja cepat untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini menjadi salah satu bukti bahwa keberadaan Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam membawa kemaslahatan, bukan hanya bagi masyarakat akademik tetapi juga masyarakat umum,” ungkapnya.
Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan semangat pengabdian yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari keberadaan perguruan tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan di tingkat doktoral tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori dan pengembangan keilmuan, tetapi juga pada kemampuan mengimplementasikan ilmu untuk memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi antara Irwansyah sebagai mahasiswa pelaksana kegiatan dan Amiruddin sebagai dosen pendamping pengelolaan kegiatan menjadi salah satu bentuk nyata sinergi akademik dan kemanusiaan. Melalui kegiatan tersebut, Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sumatera Utara Medan terus mendorong lahirnya akademisi yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan kepemimpinan, serta komitmen untuk menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.
