Kuala Lumpur, Malaysia – Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sumatera Utara Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas kontribusi akademik di tingkat internasional melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian internasional tersebut dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Gombak Utara, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17 Juli 2026, dengan mengangkat tema “Manajemen Kelas”.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi keilmuan dan pengalaman akademik kepada masyarakat Indonesia di luar negeri. Sanggar Bimbingan Gombak Utara menjadi ruang pendidikan yang strategis dalam mendukung proses pembelajaran anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pendidik dalam mengelola kelas dipandang penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, tertib, menyenangkan, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.
Dalam sambutannya, Ketua Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam FITK UINSU Medan, Prof. Dr. Abdurrahman, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian internasional merupakan bagian dari komitmen Program Doktor MPI untuk menghadirkan manfaat nyata dari ilmu manajemen pendidikan kepada masyarakat. Menurutnya, pengabdian tidak hanya dilaksanakan di lingkungan lokal, tetapi juga perlu dikembangkan dalam konteks internasional sebagai bentuk perluasan peran perguruan tinggi.
Prof. Dr. Abdurrahman menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan membutuhkan kemampuan manajerial yang baik, termasuk dalam pengelolaan kelas. Kelas merupakan lingkungan utama tempat berlangsungnya interaksi pendidikan antara pendidik dan peserta didik. Karena itu, kemampuan guru dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif sangat menentukan keberhasilan pembelajaran.
“Pengabdian internasional ini menjadi bagian dari upaya kita untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang manajemen pendidikan. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi para pendidik di Sanggar Bimbingan Gombak Utara, khususnya dalam meningkatkan kemampuan mengelola kelas dan menciptakan pembelajaran yang berkualitas,” ungkap Prof. Dr. Abdurrahman.


Sementara itu, Dekan FITK UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Tien Rafida, M.Hum, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian internasional tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan, termasuk bagi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.
Prof. Dr. Tien Rafida menilai bahwa pengabdian internasional juga dapat memperkuat jejaring akademik dan kelembagaan FITK UINSU Medan dengan berbagai komunitas pendidikan di tingkat global. Menurutnya, berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan pendidikan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran.
“FITK UIN Sumatera Utara terus mendorong kegiatan akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keilmuan di dalam kampus, tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas. Kehadiran dosen dan akademisi dalam kegiatan pengabdian internasional merupakan bagian dari kontribusi UINSU dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Prof. Dr. Tien Rafida.
Khairuddin Tambusai Paparkan Strategi Manajemen Kelas
Dalam kegiatan tersebut, Khairuddin Tambusai (Mahasiswa Program Doktor MPI) bertindak sebagai narasumber dengan menyampaikan materi tentang manajemen kelas. Materi ini diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada para pendidik mengenai pentingnya kemampuan mengelola kelas sebagai bagian integral dari keberhasilan proses pembelajaran.


Dalam paparannya, Khairuddin Tambusai menjelaskan bahwa manajemen kelas tidak hanya berkaitan dengan bagaimana guru menjaga ketertiban peserta didik, tetapi mencakup keseluruhan proses menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang memungkinkan pembelajaran berlangsung secara efektif. Manajemen kelas mencakup pengaturan peserta didik, lingkungan belajar, waktu, aturan, interaksi, metode pembelajaran, serta berbagai sumber belajar yang digunakan.
Menurut Khairuddin, guru perlu memahami bahwa setiap peserta didik memiliki karakter, kebutuhan, kemampuan, dan latar belakang yang berbeda. Perbedaan tersebut harus menjadi pertimbangan dalam mengelola kelas. Guru tidak cukup hanya memberikan instruksi, tetapi juga perlu membangun komunikasi yang positif sehingga peserta didik merasa dihargai, aman, dan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembelajaran.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan kelas sebelum proses pembelajaran dimulai. Guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran, menyiapkan materi dan media, mengatur tempat duduk, menentukan metode yang sesuai, serta menyusun aturan kelas yang mudah dipahami dan diterapkan secara konsisten. Perencanaan yang baik akan membantu guru mengantisipasi berbagai persoalan yang mungkin muncul selama proses pembelajaran.
Selain itu, Khairuddin menjelaskan bahwa pengelolaan perilaku peserta didik merupakan salah satu tantangan utama dalam manajemen kelas. Guru diharapkan mampu menangani perilaku yang mengganggu proses pembelajaran secara edukatif dan proporsional. Pendekatan yang digunakan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada pemberian hukuman, tetapi lebih menekankan pada pembinaan kesadaran, tanggung jawab, dan disiplin peserta didik.
“Manajemen kelas pada hakikatnya bukan sekadar bagaimana guru membuat kelas menjadi tenang, tetapi bagaimana guru menciptakan kondisi agar peserta didik dapat belajar secara optimal. Kelas yang efektif adalah kelas yang memiliki suasana aman, tertib, interaktif, dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang,” jelas Khairuddin Tambusai.
Lebih lanjut, ia menyampaikan beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam manajemen kelas, antara lain membangun hubungan positif antara guru dan peserta didik, menetapkan aturan dan prosedur yang jelas, memberikan penguatan terhadap perilaku positif, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, melakukan pengelolaan waktu secara efektif, serta melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran.
Dalam konteks Sanggar Bimbingan Gombak Utara, strategi manajemen kelas juga perlu disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan lingkungan pendidikan. Guru dituntut memiliki fleksibilitas dalam menerapkan pendekatan pembelajaran sehingga proses pendidikan tetap dapat berjalan secara efektif meskipun menghadapi keterbatasan tertentu.
Kegiatan pengabdian internasional tersebut berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam pengelolaan kelas. Diskusi tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena memungkinkan materi yang disampaikan dapat dikaitkan secara langsung dengan pengalaman dan kondisi pembelajaran di Sanggar Bimbingan Gombak Utara.
Melalui kegiatan ini, Program Doktor MPI FITK UINSU Medan berharap dapat terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pengabdian internasional di Sanggar Bimbingan Gombak Utara juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan silaturahmi akademik antara perguruan tinggi dengan komunitas pendidikan Indonesia di Malaysia. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen FITK UINSU Medan untuk terus menghadirkan program-program akademik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendorong peningkatan kualitas pengelolaan pendidikan melalui penguatan kompetensi pendidik.



