Bahas Strategi Mendidik Generasi Alpha dengan Pendekatan Tarbiyah di Sekolah IT Al Washliyah

Medan — Upaya meningkatkan kapasitas pendidik dalam menghadapi karakteristik Generasi Alpha terus dilakukan oleh Sekolah IT Al Washliyah Klambir Lima Kebun. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan penguatan wawasan pendidikan bertema “Mendidik Generasi Alpha dengan Pendekatan Tarbiyah” yang dilaksanakan di Aula Sekolah IT Al Washliyah Klambir Lima Kebun, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah IT Al Washliyah. Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Abdurrahman, M.Pd., yang memberikan pemaparan mengenai tantangan pendidikan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan karakter peserta didik Generasi Alpha.

Founder Sekolah IT Al Washliyah, Dinul Akbar Nasution, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi pendidik, khususnya agar guru tidak hanya mampu menguasai aspek akademik, tetapi juga memahami kebutuhan dan karakter generasi yang mereka didik.

“Generasi Alpha tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi. Karena itu, pendidik harus mampu memahami dunia mereka tanpa kehilangan nilai-nilai pendidikan Islam. Pendekatan tarbiyah menjadi penting karena pendidikan bukan hanya tentang mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian peserta didik,” ujar Dinul Akbar.

Menurutnya, Sekolah IT Al Washliyah berkomitmen menghadirkan pendidikan yang mampu menjawab perkembangan zaman sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Abdurrahman, M.Pd. menekankan bahwa Generasi Alpha memiliki karakter yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka lahir dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital, sehingga memiliki akses informasi yang sangat luas dan cepat.

Namun, kemudahan memperoleh informasi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, penguatan karakter, pendampingan emosional, serta pembentukan nilai-nilai keagamaan.

Prof. Abdurrahman menjelaskan bahwa pendekatan tarbiyah menempatkan pendidikan sebagai proses pembinaan manusia secara utuh. Guru tidak cukup hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, pendamping, dan pengarah perkembangan peserta didik.

“Anak-anak Generasi Alpha tidak cukup hanya diberi pengetahuan. Mereka membutuhkan keteladanan, pendampingan, dialog, dan lingkungan pendidikan yang mampu membangun karakter,” pesan Prof. Abdurrahman.

Ia juga mengingatkan agar pendidik tidak melihat teknologi semata-mata sebagai ancaman. Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang kreatif dan relevan. Tantangannya adalah bagaimana guru membangun keseimbangan antara kecakapan digital dengan kecerdasan spiritual, emosional, sosial, dan moral.

Dalam konteks tersebut, pendekatan tarbiyah dapat menjadi landasan untuk membangun proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, kemandirian, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kesadaran beragama.

Sementara itu, Dekan FITK UINSU, Prof. Dr. Tien

Rafida, M.Hum., memberikan apresiasi terhadap

pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, forum

peningkatan kapasitas pendidik seperti ini sangat

relevan dengan kebutuhan lembaga pendidikan saat ini.

Prof. Tien Rafida menilai bahwa guru menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan teknologi, pola komunikasi anak, perkembangan media sosial, hingga perubahan cara belajar menuntut pendidik untuk terus melakukan pembaruan.

“Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kita tidak mungkin mendidik generasi baru dengan cara-cara yang sepenuhnya sama seperti ketika kita mendidik generasi sebelumnya. Namun, perubahan metode tidak berarti perubahan nilai. Nilai-nilai utama pendidikan, khususnya akhlak dan karakter, harus tetap menjadi fondasi,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran dan pengelolaan pendidikan di Sekolah IT Al Washliyah.

Menurut Prof. Tien, kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan juga penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman. Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik dan hasil kajian yang dapat dikembangkan bersama sekolah untuk menjawab persoalan pendidikan secara nyata.

Kegiatan “Mendidik Generasi Alpha dengan Pendekatan Tarbiyah” berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga memiliki kesempatan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam mendidik peserta didik di era digital. Melalui kegiatan ini, Sekolah IT Al Washliyah diharapkan semakin mampu memperkuat peran pendidik sebagai murabbi yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membimbing, memberi keteladanan, dan menumbuhkan karakter generasi muda agar mampu menghadapi masa depan dengan kompetensi sekaligus nilai-nilai keislaman