Manajemen Strategik Peningkatan Kinerja Pengawas dan Kepala Madrasah Aliyah di Kota Medan

Upaya meningkatkan kualitas tata kelola dan kinerja kepemimpinan pendidikan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui seminar nasional bertema “Manajemen Strategik Peningkatan Kinerja Pengawas dan Kepala Madrasah Aliyah di Kota Medan” yang dilaksanakan di Hotel Nivia Medan, Sabtu, 28 September 2024.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, dengan melibatkan unsur pimpinan madrasah sebagai peserta. Kolaborasi tersebut menunjukkan adanya sinergi antara sivitas akademika perguruan tinggi dengan para praktisi pendidikan dalam membangun dan memperkuat kualitas manajemen pendidikan di lingkungan madrasah. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Yusuf Hadijaya, MA hadir sebagai salah satu narasumber. Beliau menyampaikan materi mengenai pentingnya penerapan manajemen strategik dalam meningkatkan kinerja pengawas dan kepala madrasah. Menurutnya, pengelolaan madrasah tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif, tetapi juga kepemimpinan strategis yang mampu membaca perubahan, menentukan prioritas, mengelola sumber daya, serta memastikan seluruh program madrasah berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya peran kepala madrasah sebagai pemimpin pembelajaran dan penggerak peningkatan mutu. Kepala madrasah dituntut mampu menyusun perencanaan strategis, melakukan pengorganisasian sumber daya secara efektif, membangun budaya kerja yang positif, serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan terhadap program dan kinerja madrasah.Selain itu, peningkatan kinerja pengawas madrasah juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Pengawas tidak hanya diposisikan sebagai pihak yang melakukan pengawasan administratif, tetapi juga sebagai mitra strategis kepala madrasah dalam melakukan pembinaan, pendampingan, supervisi akademik maupun manajerial, serta mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Kegiatan seminar nasional tersebut turut melibatkan Windisyahputra sebagai fasilitator. Dalam perannya, fasilitator membantu memastikan kegiatan berlangsung secara interaktif dan memberikan ruang kepada peserta untuk berdiskusi, menyampaikan pengalaman, serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan madrasah. Peserta kegiatan mencakup kepala madrasah aliyah di Kota Medan yang memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pendidikan. Kehadiran para kepala madrasah menjadi bagian penting dalam kegiatan karena forum tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyampaian materi, tetapi juga sebagai wadah berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan madrasah. Melalui diskusi dan interaksi selama kegiatan, para peserta mendapatkan kesempatan untuk merefleksikan berbagai persoalan manajerial yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain perencanaan program madrasah, peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, penguatan budaya organisasi, pengelolaan sumber daya, supervisi, serta strategi peningkatan mutu layanan pendidikan.

Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian ini menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktik pendidikan. Dosen berperan dalam memberikan penguatan keilmuan dan pengalaman akademik, sementara mahasiswa turut berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai fasilitator dan bagian dari proses pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas kepala madrasah dan pengawas dalam menerapkan manajemen strategik. Dengan penguatan kapasitas tersebut, madrasah diharapkan mampu menyusun dan melaksanakan program secara lebih terarah, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Seminar nasional ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berbentuk kegiatan pelayanan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui transfer pengetahuan, pendampingan, penguatan kapasitas, dan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan guna mendukung terwujudnya tata kelola madrasah yang profesional dan berdaya saing di Kota Medan.