Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan di Gedung Sekolah MA Nur Ibrahim (Eks SMK Teladan Rantauprapat) dengan mengangkat tema “Eksistensi Manajemen pada Era Digitalisasi”. Kegiatan ini diikuti oleh pendidik dan tenaga kependidikan sebagai peserta. Selain memberikan penguatan wawasan mengenai manajemen di era digital, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi.
Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Abdurrahman, M.Pd. sebagai narasumber, sementara Ahmad Azhar, mahasiswa, berperan sebagai fasilitator. Kolaborasi keduanya menjadi bagian penting dalam menciptakan kegiatan yang interaktif dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi serta berbagi pengalaman terkait perkembangan manajemen di era digitalisasi.
Tema “Eksistensi Manajemen pada Era Digitalisasi” dipilih karena perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Digitalisasi turut memengaruhi pola pengelolaan lembaga pendidikan, sistem kerja, komunikasi, pengelolaan informasi, serta pelayanan kepada peserta didik dan masyarakat.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Abdurrahman, M.Pd. menjelaskan bahwa manajemen memiliki peranan penting dalam menghadapi berbagai perubahan pada era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diikuti dengan kemampuan manajemen dalam mengelola perubahan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pencapaian tujuan lembaga pendidikan. “Era digital menuntut organisasi untuk mampu beradaptasi dengan perubahan. Teknologi dapat menjadi instrumen yang membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen, tetapi keberhasilannya tetap sangat bergantung pada kemampuan sumber daya manusia dalam mengelolanya,” jelas Prof. Dr. Abdurrahman. Lebih lanjut, Prof. Dr. Abdurrahman menjelaskan bahwa digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi. Digitalisasi juga membutuhkan perubahan pola pikir, budaya kerja, serta kesiapan sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab. Menurutnya, manajemen yang adaptif pada era digital perlu didukung oleh kemampuan beradaptasi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, komunikasi yang efektif, pemanfaatan teknologi, pengambilan keputusan, serta kemampuan melakukan inovasi. “Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan bagaimana teknologi tersebut memberikan manfaat adalah manusia yang mengelola dan menggunakannya. Karena itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses digitalisasi manajemen,” lanjutnya.

Kegiatan PkM berlangsung dalam suasana interaktif. Para pendidik dan tenaga kependidikan yang mengikuti kegiatan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan lembaga pendidikan di tengah perkembangan teknologi digital. Diskusi yang berlangsung menjadi ruang pertukaran pengalaman antara narasumber dan peserta. Berbagai persoalan yang dihadapi pendidik dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas kemudian dikaitkan dengan pentingnya penerapan prinsip-prinsip manajemen yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Azhar sebagai mahasiswa berperan sebagai fasilitator. Ia membantu memandu jalannya kegiatan, membangun interaksi antara narasumber dengan peserta, serta memberikan kesempatan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan untuk menyampaikan pertanyaan dan pendapat.
Keterlibatan Ahmad Azhar sebagai fasilitator juga menjadi bagian dari proses pembelajaran langsung di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, koordinasi, kepemimpinan, serta keterampilan dalam memfasilitasi kegiatan bersama masyarakat. Kolaborasi antara Prof. Dr. Abdurrahman, M.Pd. sebagai dosen dan narasumber dengan Ahmad Azhar sebagai mahasiswa dan fasilitator menjadi bentuk nyata sinergi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Bagi dosen, keterlibatan mahasiswa menjadi ruang untuk mentransfer pengetahuan dan pengalaman akademik melalui praktik langsung di lapangan. Sementara bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan PkM memberikan pengalaman untuk menerapkan kemampuan akademik sekaligus mengembangkan keterampilan praktis dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Para pendidik dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan dengan antusias. Materi mengenai eksistensi manajemen pada era digitalisasi dinilai relevan dengan kebutuhan lembaga pendidikan saat ini, terutama dalam menghadapi perubahan yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Peserta juga diajak untuk memahami bahwa pemanfaatan teknologi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Kemampuan menggunakan teknologi perlu didukung oleh kemampuan mengelola informasi, berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, serta melakukan inovasi dalam menjalankan tugas.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami bahwa digitalisasi bukan hanya perubahan dalam penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan cara berpikir, cara bekerja, cara berkomunikasi, dan cara mengelola lembaga pendidikan. Kegiatan PkM di Gedung Sekolah MA Nur Ibrahim (Eks SMK Teladan Rantauprapat) ini sekaligus menjadi bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai peserta, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam proses pengabdian.
Kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa PkM dapat menjadi ruang bersama untuk berbagi pengetahuan, mengembangkan kompetensi, membangun komunikasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kapasitas masyarakat pendidikan. Melalui tema “Eksistensi Manajemen pada Era Digitalisasi”, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan tenaga kependidikan mengenai pentingnya manajemen yang adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi, sekaligus mendorong pemanfaatan digitalisasi secara lebih efektif dalam mendukung pengelolaan dan pelayanan pendidikan.
