Tapanuli Tengah , Selasa 5 November 2024. Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) melaksanakan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang melibatkan Prof. Dr. Mesiono, M.Pd dan Ismail sebagai fasilitator acara dengan mengangkat tema “Manajemen Pengembangan SDM” di Sekolah tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Al Fansyuri Barus. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian strategis dalam meningkatkan kualitas kinerja individu maupun organisasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam memberikan penguatan kapasitas dan pengembangan sumber daya manusia melalui proses pembelajaran, diskusi, serta berbagi pengalaman yang relevan dengan kebutuhan organisasi.
Sebagai fasilitator, Mesiono tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendorong peserta untuk aktif terlibat dalam proses diskusi dan berbagi pengalaman. Peserta diberikan ruang untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengembangan SDM di lingkungan kerja serta mendiskusikan alternatif solusi yang dapat diterapkan. Dalam proses fasilitasi, beliau menjelaskan bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu komponen penting dalam keberhasilan organisasi. Organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, profesionalisme, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang. “Pengembangan SDM merupakan proses yang berkelanjutan. Setiap individu perlu memiliki kesempatan untuk belajar, meningkatkan kompetensi, mengembangkan potensi, dan beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan kerja,” ujarnya.
Prof. Dr. Mesiono, M.Pd kemudian mengajak peserta untuk melihat pengembangan SDM tidak hanya sebagai tanggung jawab organisasi, tetapi juga sebagai tanggung jawab setiap individu. Menurutnya, organisasi dapat menyediakan berbagai program pengembangan, tetapi keberhasilan proses tersebut sangat ditentukan oleh kemauan individu untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya. Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diajak untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Proses ini dilakukan melalui diskusi dan pertukaran pengalaman sehingga peserta dapat menghubungkan konsep manajemen pengembangan SDM dengan kondisi nyata yang mereka hadapi di lingkungan kerja.
Prof. Mesiono juga memfasilitasi peserta dalam membahas berbagai tantangan pengembangan SDM, mulai dari kebutuhan peningkatan kompetensi, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, pemanfaatan teknologi, komunikasi dalam organisasi, hingga pentingnya membangun budaya kerja yang mendukung proses pembelajaran secara berkelanjutan. Menurutnya, lingkungan kerja yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk belajar, berdiskusi, berinovasi, dan melakukan evaluasi akan membantu menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkembang. “Yang terpenting dalam pengembangan SDM adalah bagaimana setiap individu mampu mengenali potensinya, memahami kebutuhan pengembangannya, kemudian menjadikan proses belajar sebagai bagian dari aktivitas kerja sehari-hari,” lanjutnya.
Kegiatan PkM berlangsung dalam suasana interaktif. Peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi turut terlibat dalam diskusi dan menyampaikan pengalaman masing-masing. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam proses fasilitasi karena memungkinkan peserta saling berbagi perspektif dan menemukan pemahaman yang lebih kontekstual. Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong untuk tidak hanya memahami konsep pengembangan SDM secara teoritis, tetapi juga memikirkan bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Sementara itu, Ismail (Mahasiswa S3 MPI) turut terlibat dalam kegiatan PkM sebagai bagian dari tim pelaksana. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi akademisi dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Sekolah tinggi Ilmu Tarbiyah Hamzah Al Fansyuri Barus. Peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Tema manajemen pengembangan SDM dinilai relevan dengan kebutuhan peserta karena berkaitan langsung dengan peningkatan kompetensi, kualitas kinerja, profesionalisme, dan kemampuan menghadapi perubahan dalam lingkungan kerja. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa proses diskusi yang difasilitasi memberikan kesempatan untuk melihat kembali berbagai aspek pengembangan diri yang selama ini dilakukan. Peserta juga memperoleh wawasan bahwa peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui berbagai cara, baik melalui pelatihan formal maupun pembelajaran dari pengalaman kerja dan interaksi dengan rekan kerja.
Kegiatan PkM ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi peserta, khususnya dalam membangun kesadaran untuk terus mengembangkan kompetensi dan meningkatkan kualitas kinerja. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lingkungan kerja masing-masing. Pelaksanaan PkM di Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan kontribusi akademik yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lembaga mitra. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan instansi pemerintah. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan lembaga.
Melalui fasilitasi bertema “Manajemen Pengembangan SDM”, Prof. Dr. Mesiono, M.Pd dan Ismail berharap peserta semakin memahami pentingnya pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan serta mampu menerapkannya dalam lingkungan kerja. Dengan SDM yang terus belajar dan berkembang, diharapkan kualitas kinerja dan pelayanan organisasi juga dapat semakin meningkat.
